Studi Kasus :
Di Dunia orang eropa adalah penguasa, etnis tionghoa berada di
tengah, dan penduduk pribumi menduduki lapisan sosial terendah. Etnis tionghoa
di Indonesia mengisi kelas menengah dan melaksanakan fungsi ekonomi penting.
Memang ada, dan banyak, orang tionghoa miskin tetapi sebagai sebuah kelompok,
etnis tionghoa yang umumnya berdiam di daerah perkotaan secara ekonomis lebih
baik keadaannya daripada penduduk pribumi.
Banyak yang merasa bahwa etnis tionghoa adalah pendatang yang memiliki
kebudayaan asing dan ingin mengintregaskan kebudayaan tersebut ke tengah
masyarakat tempat mereka berada. Sebenarnya, aspek-aspek ekonomi dan budaya
merupakan dua bidang utama dari apa yang disebut masalah Cina.
Seperti disebutkan terdahulu, etnis tionghoa di Indonesia secara
ekonomis kuat, walaupun sedikit berlebihan untuk mengatakan bahwa mereka
menguasai ekonomi Indonesia. Karena kemarahan para pengusaha pribumi dan kelas
menengah yang sedang naik daun, seperti tercermin dalam kerusuhan anti-Cina
pada akhir tahun 1970-an, pemerintah kembali memberlakukan pemribumian dalam
bidang ekonomi. Hal ini merupakan
sesuatu yang logis untuk mengatakan bahwa masalah etnis tionghoa di Indonesia
karena kompleksitasnya dan prasangka kuat terhadap kelompok-kelompok minoritas.
Berbagai kebijakan yang bertentangan dan kondisi sosial politik menyebabkan
etnis tionghoa menjadi lebih sadar akan identitas mereka.