Arus globalisasi seakan – akan
telah mengenggam dunia dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari
perkembangan jaman saat ini. Globalisasi juga membawa hawa yang memunculkan
suatu sifat serba cepat dan instan, sehingga tanpa tidak disadari kita yang
hidup di abad 21 ini telah terjun didalamnya. Masyarakat yang ada di seluruh
dunia pun menjadi saling tergantung pada semua aspek kehidupan, baik secara budaya,
ekonomi, ideologi, agama maupun politik. Globalisasi sendiri dapat diartikan
sebagai proses yang menghasilkan dunia tunggal. Artinya, masyarakat di seluruh
dunia menjadi saling tergantung pada semua aspek kehidupan, sehingga
mengakibatkan adanya saling ketergantungan yang benar – benar telah mengglobal.
Globalisasi memiliki hubungan
dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa serta antar
manusia di seluruh dunia melalui perdangangan, investasi , perjalanan, dan
bentuk – bentuk interaksi yang lain sehingga batas – batas suatu negara menjadi
semakin sempit. Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah
proyek yang diusung oleh negara – negara adikuasa, sehingga bisa saja orang
memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Era globalisasi yang
ditandai dengan membanjirnya arus tekhnologi informasi ini menjadikan kehidupan
sebagian besar masyarakat mengarah kepada hal yang bersifat materialis –
liberalis dan berujung pada gaya hidup hedonis berbasis peradaban Barat. Hal tersebut
dapat berimbas pada kehidupan pribadi yang terkoyak – koyak dan tatanan sosial
yang hancur berkeping – keping.