Kekecewaan masyarakat Papua semakin
menjadi terhadap lambannya kinerja pemerintahan yang cenderung menyederhanakan
persoalan Papua. Sikap ini terlihat dari cara menangani setiap aksi yang
dilancarkan oleh kelompok yang menginginkan wilayah itu lepas dari negara
Indonesia. Pemerintah selalu mengandalkan pendekatan keamanan, cara yang sudah
terbukti tak ampuh untuk meredam potensi disintegrasi.
Berbagai kekerasan yang terjadi di
Papua semakin membuat rakyat Papua sengsara. Langkah represif aparat
kepolisian, justru semakin membuat situasi mencekam. Sikap represif pula yang menonjol ketika
polisi dan tentara membubarkan peserta Kongres Rakyat Papua III beberapa waktu
lalu. Akibat kericuhan ini, sejumlah orang tewas dan terluka. Tragedi itu hanya
membuat sulit posisi pemerintah saja.